Ethnic Art Of Java

BENCHMARKING Kabupaten Ponorogo

Festival Reyog

Festival Reyog Nasional.

Telaga Ngebel

Sore Hari di Ngebel Telaga.

Coban Lawe

Terletak di Ds.Krisik Kec.Pudak Ponorogo.

Watu Semaur

Terletak di Ds.Selur Kec.Nrayun Ponorogo.

Air Terjun Widodaren Jambon Ponorogo

air terjun widodaren jambon

Air terjun widodaren terletak di Desa Bulu lor Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo.
30 menit perjalanan dari alun alun ponorogo ke arah barat menuju Kecamatan Jambon, rute selanjutnya sampai di perempatan Pasar Sumoroto belok kiri (arah selatan) lurus sampai menemukan pasar Condong kemudian belok kanan (barat) sampai menemukan Desa Bulu Lor KEcamatan Jambon.

Air Panas Tirto Husodo Ngebel Ponorogo


Sumber air panas ini berada di Dusun Pucuk Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel. Berada di sebelah selatan Telaga Ngebel kurang lebih 3 km dari pintu masuk telaga.

Sungai yang berasal dari rembesan mata air yang saling menyatu membetuk sungai dari lereng gunung Wilis, sungai ini mengalir ke arah kecamatan Pulung, masuk wilayah desa Wagir Lor Ngebel, lokasi ini juga bisa diakses dari kecamatan Pulung.
Tiket masuk 5 ribu rupiah, tempat ini dikelola pihak desa dengan pemilik lahan. 

Rahasia Kemegahan Reyog

Pengrajin Reyog
Kemegahan seni Reyog Ponorogo sudah sangat terkenal bahkan hingga mancanegara. Keindahan gerak dan iringan musik para peraga telah berhasil menghipnotis setiap mata yang memandang. Topeng raksasa dengan kepiawaian pemainnya menggigit beban dengan tinggi mecapai 3 meter dan berat hingga 70 kg menjadi lakon yang ditunggu-tunggu, menciptakan kekaguman tersendiri bagi setiap penonton. 

Mitos Situs Makam Jayengrono Pulung Ponorogo

Pintu masuk makam jayengrono
Seperti situs-situs sejarah lainnya, situs bersejarah Makam Raden Tumenggung Jayengrono tidak lepas dari mitos yang berkembang di masyarakat setempat. Di makam ini terdapat berbagai mitos, salah satunya mengenai makam tidak bisa menerima jenazah yang berasal dari luar daerah Pulung Merdiko. Mitos ini dipercayai masyarakat hingga sekarang.
Menurut tetua setempat, dahulu ada jenazah yang berasal dari luar daerah desa Pulung Merdiko yang dimakamkan di Makam Jayengrono. Keesokan harinya, warga mendapati makam tersebut seperti ada yang membongkar. Setelah berkonsultasi dengan sesepuh desa Pulung Merdiko, akhirnya jenazah tersebut di pindah ke makam yang lain. Hingga sekarang, yang dimakamkan di makam ini adalah warga keturunan desa Pulung Merdiko.

Air Terjun Toyomerto

air terjun toyomerto ngebel
Air Terjun Toyomerto atau sering juga disebut Selorejo  terletak di Dusun Toyomerto Desa Pupus Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo Propinsi Jawa Timur.
 
Berjarak kurang lebih 5 (lima) kilometer dari lapangan kecamatan Ngebel ke arah timur. Menuju ke air terjun ini medannya Naik Turun ber kelok kelok, Kanan kiri jalan terdapat tebing yang curam.
Sepanjang jalan kita akan menjumpai beberapa perkampungan di tengah tengah hutan pinus. View telaga ngebel dari puncak jalan akan terlihat begitu jelasnya.

Situs Makam Jayengrono

Makam Jayengrono

Siapa sangka di Ponorogo terdapat banyak sekali wisata sejarah yang wajib diketahui, terlebih oleh generasi muda. Selain Situs Makam Raden Bathoro Katong yang membabat tanah Ponorogo, ada lagi situs religi bersejarah yang masih berkaitan dengan perjuangan kesultanan Kartasura (Sekarang Surakarta) merebut kekuasaannya pada masa pemerintahan Pakubuwono II, yaitu Situs Makam Raden Tumenggung Jayengrono. 

Kilas Balik Monumen Bantar Angin


Pada artikel sebelumnya kita telah berkenalan dengan monumen Bantarangin, yaitu monumen yang dibangun untuk mengabadikan sejarah Kerajaan Bantarangin, yaitu kerajaan yang dibangun oleh Prabu Klonoswandono. Namun, bagaimana cerita dibalik Monumen Bantarangin itu?

Penulis menemui Mbah Kusni untuk mendengar cerita dibalik Monumen Bantarangin ini.
“Tersebutlah Siswandono putra Ratu Kediri, diminta untuk menggantikan posisi ayahnya menjadi ratu di Kediri. Siswandono merasa itu merupakan tanggung jawab yang sangat besar dan ia merasa belum sanggup mengemban amanah itu. 

Pemandangan dari Pinggir Kali Ngindeng



panorama bakal Waduk Bendo tidak terbatas dari top view saja. Pengunjung juga dapat mengeksplore pemandangan di sini dari segala sisi, termasuk dengan turun ke bawah menuju Kali Ngindeng. Untuk menuju ke sana, pengunjung bisa menitipkan kendaraan dan barang-barang di warung warga kemudian berjaan kaki +/- 1 km ke bawah. Jika beruntung dan tanah tidak basah, jalan ke bawah tidak terlalu sulit karena pijakan bisa lebih kuat. Atau jika lebih beruntung lagi, pengunjung dapat mengendarai motor hingga setengah jalan.